Ada beberapa kewajiban atau liabilities yang baru diketahui pada saat akhir periode akuntansi atau baru diketahui pada awal-awal tahun periode akuntansi berikutnya. Sebagai contoh adalah klaim garansi dari pelanggan yang baru diketahui setelah terjadinya klaim. Untuk membuat manajemen keuangan yang lebih baik, kita perlu membuat perkiraan kewajiban atau estimated liabilities ini pada pembukuan akuntansi perusahaan. Pembukuannya adalah beban pada kewajiban, atau dalam bahasa Inggrisnya kita menyebut sebagai expense pada liabilities.

Dalam menjalankan bisnisnya perusahaan pasti sudah berusaha sebaik mungkin menjalankan usahanya agar dapat memuaskan pelanggan-pelanggannya. Tetapi mungkin saja perusahaan tersandung kasus hukum sehingga harus menghadapi pengadilan dan membayar sejumlah tuntutan hukum. Dengan keadaan seperti ini perusahaan perlu mempertimbangkan suatu perkiraan kewajiban yang bersifat kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi. Perkiraan kemungkinan-kemungkinan kewajiban ini menyebabkan apa yang disebut contingent liabilities.

Kita memahami contingent liabilities sebagai kemungkinan-kemungkinan yang berpotensi menjadi liability sebagai akitab dari kejadian-kejadian yang sudah terjadi. Dalam membuat perkiraan kewajiban ini kita akan menilai seberapa besar kemungkinan kewajiban dapat terjadi, kita juga perlu membuat perkiraan nilai dari liability atau nilai dari kewajiban ini.

Kemungkinan suatu perkiraan kewajiban terjadi ada tiga kemungkinan

  1. Sangat mungkin
    Jika kemungkinannya sangat tinggi, maka perlu dimasukkan dalam laporan keuangan sebagai liability atau kewajiban.
     
  2. Mungkin
    Jika ada sedikit kemungkinan, maka perkiraan nilainya tidak perlu dimasukkan dalam laporan keuangan. Pada laporan keuangan cukup dibuatkan catatan saja.
       
  3. Jauh dari kemungkinan
    Jika jauh dari kemungkinan terjadi, maka perkiraan kewajiban tidak perlu dimasukkan dalam laporan keuangan dan tentu saja tidak perlu dibuat catatan.

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.