Untuk meyakinkan calon pembeli mengenai produk yang kita tawarkan, kita dapat melakukan demontrasi penggunaan produk dan dramatisasi mengenai produk kita. Demontrasi membuktikan kualitas produk kita kepada calon pembeli.

Jika gambar dapat menggantikan 1000 kata, maka demonstrasi atau pembuktian dapat menggantikan 1000 gambar. Studi psikologi menunjukkan bahwa informasi yang bisa dilihat oleh mata akan terserap 87%, sedangkan keempat indra lainnya hanya 13%. Demonstrasi juga memudahkan calon pelanggan menggunakan dan merasakan produk kita, dengan demikian meningkatkan interaksi dan partisipasi calon pelanggan.

Misalnya kita menjual smartphone yang tahan air, maka kita dapat melakukan demonstrasi dengan memasukkan smartphone kita ke dalam air. Jika smarphone kita tahan banting, maka kita dapat menjatuhkan smartphone kita dari atas meja.

Kita dapat melakukan dramatisasi dengan membuat suatu animasi misal ada dua smartphone  dimasukkan ke dalam air. Dalam animasi tersebut kita dapat membuat adegan smartphone kita tersenyum masuk air, sedangkan smarphone kompetitor terangah-engah dan pingsan harus dibawa ke klinik smartphone untuk berfungsi kembali.

Kemampuan kita melakukan demontrasi/pembuktian dan dramatisasi akan menunjukkan kelas kita sebagai sales. Dan aspek yang lain juga, kemampuan kita melakukan pembuktian dan dramatisasi ini juga bisa menunjukkan posisi kita melebihi dari kompetitor-kompetitor kita. Tentu saja demonstrasi dan dramatisasi ini juga disertai kejujuran mengenai kemampuan produk kita dibandingkan produk dari kompetitor.

Di sisi yang lain dengan melakukan demonstrasi dan dramatisasi, kita membuat presentasi lebih menyenangkan. Dengan kenyamanan calon pelanggan maka akan lebih membuka peluang calon pelanggan mempertimbangkan dan membeli produk kita. Karena itu sebagai sales, kita harus membuat cara-cara kreatif menyempaikan FAB(Feature, Advantage dan Benefit) produk dan jasa kita.

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.