Suatu ketika saya menginstal WAMP 64 bit yang terbaru dan melakukan pengembangan aplikasi seperti biasanya. Tiba-tiba saya merasakan bahwa web server saya tidak merespons perubahan source code yang saya buat. Saya merasakan bahwa web server saya menjalankan script PHP sebelum ada perubahan, dengan kata lain web server melakukan caching pada script saya.

Saya kemudian melakukan searching terkait caching pada source PHP dan menemukan mengenai OPcache. Saya kemudian membuka php.ini dan menemukan setting OPcache seperti berikut ini:

[opcache]
zend_extension=php_opcache.dll
; Determines if Zend OPCache is enabled
opcache.enable=1

Kemudian saya mengganti opchache.enable ke seting 0, restart web server dan script saya berjalan dengan normal. Setiap ada perubahan pada script saya maka web server secara realtime meresponnya.

Dari informasi pada situs PHP yang ada di http://php.net/manual/en/intro.opcache.php menyatakan bahwa
OPcache improves PHP performance by storing precompiled script bytecode in shared memory, thereby removing the need for PHP to load and parse scripts on each request.

Dari penjelasan di atas bahwa OPcache meningkatkan performance dengan melakukan cache script PHP kita ke memory. Dari sini dapat disimpulkan bahwa saat development kita harus menonaktifkan OPcache, tetapi kita dapat mempertimbangkan mengaktifkan OPcache pada saat production.

Informasi lain mengenai OPcache juga dapat dibaca di https://www.sitepoint.com/understanding-opcache/ .

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.