Sistem konversi dalam pengembangan sistem aplikasi dengan metodologi SDLC adalah perpindahan dari sistem lama ERP ke sistem baru ERP yang baru saja kita kembangkan. Pengembang harus membuat perencanaan-perencanaan agar perpindahan ini berjalan dengan baik dan tidak terlalu mengganggu operasional perusahaan pada saat terjadi perpindahan sistem.

Proses konversi ini akan memindahkan data dari sistem lama ke sistem baru dan sistem baru melanjutkan.  Untuk melakukan konversi sistem aplikasi lama ke sistem aplikasi yang baru, kita dapat memilih salah satu dari empat skenario berikut ini

  1. Direct Conversion
    Sesuai namanya maka direct conversion ini berarti perpindahan secara langsung. Ada suatu titik waktu di mana sistem lama dihentikan dan langsung digantikan sistem yang baru. Ini merupakan konversi yang paling mudah dan murah tetapi tidak ada backup plan jika ternyata sistem baru ada masalah. Untuk perusahaan kecil yang sedikit karyawannya cara ini dapat ditempuh. Tetapi untuk perusahaan besar dengan banyak cabang maka ini agak beresiko kecuali proses pengujian aplikasi dilakukan secara sangat matang.
  2. Parallel conversion
    Parallel conversion ini berarti sistem aplikasi yang lama dijalankan bersama-sama dengan sistem aplikasi yang baru selama periode tertentu misalnya selama seminggu. Keuntungan dari metode parallel conversioan ini kita bisa mengevaluasi apakah sistem yang baru sudah berjalan sesuai harapan atau belum. Jika sistem yang baru berjalan sesuai yang diharapkan maka sistem lama dihentikan dan sistem baru dilanjutkan. Sebaliknya jika ada kendala pada sistem yang baru maka sistem lama dilanjutkan dan sistem baru dievaluasi lagi.
    Kelemahan parallel conversion ini adalah karyawan harus melakukan dua kali input pada sistem lama dan sistem yang baru, tetapi dapat diminimalisasi dengan memilih waktu yang sedikit transaksi saat terjadi parallel convesion.
    Secara keseluruhan skenario parallel conversioan paling banyak dipilih.
  3. Phase-in Conversion
    Pada phase-in conversion ini conversion dilakukan dalam fase-fase per modul misalnya konversi inventory kemudian konversi purchasing, kemudian konversi sales. Kesulitan dari skenario phase in conversion kita harus terus menerus membuat interfacing antara sistem lama dengan sistem yang baru.
  4. Pilot Conversion
    Pada pilot conversion ini konversi akan dimulai pada lokasi tertentu misalnya di lokasi cabang pertama kemudian diteruskan ke cabang kedua, kemudian diteruskan ke cabang ketiga demikian seterusnya sampai seluruh cabang menggunakan sistem yang baru. Kesulitan dengan pilot conversion ini adalah kita perlu membuat interfacing antara sistem yang lama dengan yang baru.

Itulah berbagai pilihan kemungkinan kita melakukan konversi sistem dari sistem aplikasi lama ke sistem aplikasi yang baru. Dari berbagai pilihan tersebut disarankan menggunakan parallel conversion karena ini paling aman.

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.

Sistem konversi pada implementasi sistem SDLC

Odoo ERP merupakan aplikasi lengkap untuk otomatisasi proses bisnis perusahaan anda.
Jika anda tertarik dengan Odoo ERP silahkan mengisi form di bawah ini

× Ada yang dapat saya bantu ? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday