Seperti halnya pepatah bahwa pencegahan lebih baik dari pada pengobatan maka dalam implementasi sistem aplikasi ini maka perbaikan coding lebih baik diadakan sebelum implementasi dari pada setelah implementasi. Jika kesalahan pemrograman diketahui setelah aplikasi dijalankan oleh user maka tenaga untuk memperbaiki data yang terjadi akan sangat besar dan tentu membutuhkan waktu dan biaya yang tinggi juga. Dengan demikian maka pengujian sistem aplikasi sebelum benar-benar digunakan adalah keharusan jika menginginkan implementasi sistem aplikasi yang lancar.

Ada tiga macam cara yang dapat digunakan dalam pengujian sistem aplikasi sebelum benar-benar digunakan yaitu

  1. Walk-throughs
    Pada walk throughs ini seperti namanya maka akan diadakan penelusuran langkah-langkah dalam pemrograman. Tujuan dari penelusuran pada souce code ini untuk menemukan logika yang salah, kesalahan, pengabaian atau masalah-masalah yang lain.
  2. Processing test data
    Langkah yang lain dalam pengujian sistem aplikasi adalah dengan menguji sistem dengan menguji berbagai data ke dalam aplikasi. Kita akan memasukkan data yang wajar, data yang tidak wajar, data salah dan juga data yang tidak mungkin terjadi untuk melihat apakah sistem memproses data dengan benar dan juga menolak pemrosesan data yang tidak benar.
  3. Acceptance test
    Untuk acceptance test ini kita akan menguji sistem aplikasi dengan data nyata dari pada data hipotesa. Dengan memasukkan data nyata ini maka akan lebih terasa sampai di mana sistem menangani data dengan akurat

Demikianlah penjelasan mengenai pengujian sistem dalam implementasi sistem pada metodologi SDLC (System Development Life Cycle).

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.

Pengujian Sistem Aplikasi pada SDLC

Odoo ERP merupakan aplikasi lengkap untuk otomatisasi proses bisnis perusahaan anda.
Jika anda tertarik dengan Odoo ERP silahkan mengisi form di bawah ini

× Ada yang dapat saya bantu ? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday