Dalam perusahaan manufaktur, bahan langsung dan tenaga kerja langsung akan dimasukkan secara mudah ke dalam WIP (Work In Progress).
Tetapi bahan tidak langsung misalnya lem, tenaga kerja langsung misalnya supervisor, penggunaan listrik, penggunaan air tidak bisa langsung dimasukkan ke dalam WIP karena tidak dapat ditelusuri langsung peran biayanya. Karena itu perlu dilakukan cara perhitungan hal-hal ini yang  merupakan Manufacturing Overhead.

Kebanyakan perusahaan menghitung Manufacturing Overhead dengan predeterminated overhead rate. Dengan predeteriminated overhead rate ini Manufacturing Overhead dihitung berdasarkan suatu rate tertentu yang telah ditentukan pada awal periode akuntansi, kemudian ada cost driver yang dikalikan dengan predeterminated overhead rate. Dengan cara ini maka nilai Manufacturing Overhead langsung tersedia pada saat itu juga. Inilah yang disebut Normal Costing. Istilah Normal Costing ini diambil bahwa biaya dibagi secara adil dalam suatu jangka waktu yang panjang.

Ada juga perusahaan yang menghitung Manufacturing Overhead menggunakan actual overhead rate yang nilainya ditentukan pada akhir periode akuntansi. Cara ini disebut Actual Costing karena benar-benar menggunakan data actual dalam menghitung Manufacturing Overheadnya.

Keunggulan dari normal costing adalah informasinya langsung tersedia pada saat itu juga. Kekurangannya adalah nilai Manufacturing Overhead masih perkiraan. Di sini diperlukan perkiraan yang akurat supaya selisih antara perkara dan realitas sedikit.

Keunggulan dari Actual Costing adalah keakuratannya, tetapi kerugiannya adalah informasinya menunggu hingga akhir periode akuntansi.

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.