Articles

Manajemen mutu dalam rantai pasokan

Pada artikel sebelumnya kita telah membicarakan pentingnya kepuasan pelanggan bagi kelangsungan perusahaan kita. Kalau kita melihat rantai pasokan atau supply chain, maka kita melihat bahwa kita membeli barang baku dan barang jadi dari supplier kemudian kita menjual barang jadi kepada pelanggan. Dari rantai pasokan ini kita melihat bahwa kepuasan pelanggan tergantung dari produk yang kita jual kepada pelanggan, dan kualitas produk yang kita jual kepada pelanggan juga tergantung dari kualitas produk yang kita beli dari supplier.

Dengan melihat penjelasan di atas kita melihat bahwa kepuasan pelanggan tergantung juga kepada kualitas produk yang kita beli dari supplier.  Selain kualitas, kepuasan pelanggan juga dipengaruhi ketersediaan produk kita, di sini juga tergantung ketersediaan dan seberapa tepat waktu pengiriman barang dari supplier kita. Dengan kata lain kita membutuhkan supplier yang konsisten melayani kita yang pada akhirnya memberikan kepuasan kepada pelanggan-pelanggan kita. Dengan kata lain supplier berperan serta menentukan tingkat kepuasan pelanggan kita.

Untuk mendapatkan bahan baku maupun barang jadi yang berkualitas dengan harga yang baik, perusahaan dapat memilih hanya beberapa supplier saja dengan jumlah order yang besar. Dengan memberikan order yang besar kepada supplier, perusahaan dapat meminta supplier untuk memberikan barang dengan kualitas yang telah ditentukan dan juga waktu yang telah ditentukan.  Dengan cara ini maka terjadi hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan supplier.

Untuk menentukan kualitas yang baik, beberapa perusahaan membuat persyaratan bahwa supplier harus menerapkan ISO tertentu misalnya ISO 9001 mengenai manajemen mutu. Tentu saja supplier harus mendapat sertifikat dari lembaga yang berwenang memberikan sertifikat ISO.  Dengan supplier menerapkan standar ISO diharapkan memberikan produk yang berkualitas sesuai kesepakatan.

Pada jaringan rantai pasokan yang  lebih terintegrasi, setiap terjadi penjualan di outlet, maka stok akan berkurang, dan supplier memiliki akses mengenai barang-barang yang ada di perusahaan kita. Dengan adanya informasi stock ini, supplier dapat membuat jadwal untuk memproduksi barang dan mengirimkan barang pada saat yang tepat kepada perusahaan kita sehingga kita tidak kehabisan stock dan pelanggan yang membeli barang kepada kita dapat kita layani dengan baik. Dengan jaringan yang terintegrasi ini, pada saat stock mencapai jumlah tertentu, bisa diset supaya dapat melakukan purchase order secara otomatis. 

Dengan penjelasan di atas, kita harus menjaga hubungan yang baik dengan supplier. Kita memperlakukan supplier sebagai partner dalam bisnis kita. Dengan partnering yang baik maka kita dapat menjaga kualitas produk kita, meningkatkan kepuasan pelanggan dan memberikan kesempatan kepada perusahaan kita untuk bertumbuh.

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.

Other Operations Management Articles:
Pengembangan kualitas kaizen
Peran karyawan dalam penyempurnaan mutu
Mengukur kepuasan pelanggan
Alat bantu manajemen mutu
Manajemen mutu dalam rantai pasokan
Pentingnya kepuasan pelanggan
Mengenal ISO 9001
Mengenal ISO 9000
Pengertian TQM (Total Quality Management)
Pengertian QMS (Quality Management System)
Pengertian kualitas secara menyeluruh