LVM (Logical Volume Manager) merupakan manajemen hardisk yang bisa mengatur partisi dari satu atau beberapa buah hardisk menjadi partisi baru yang mudah diresize.

Sebelum adanya LVM (Logical Volume Manager), suatu hardisk akan dibagi ke beberapa partisi sesuai kebutuhan server kita. Ada partisi /boot, partisi /root, partisi /home dan seterusnya. Pada saat kita melakukan partisi ini, kita harus melakukan dengan hati-hati karena kita tidak bisa atau sulit sekali untuk melakukan resize.

LVM datang untuk membuat partisi yang lebih fleksibel. Dengan LVM, beberapa hardisk dapat digabungkan dengan hardisk lain dan menjadi sebuah partisi baru. Partisi baru ini dipecah lagi menjadi partisi-partisi baru yang mudak dilakukan resize.

Arsitektur LVM dapat dilihat pada http://www.centos.org/docs/5/html/5.2/Cluster_Logical_Volume_Manager/images/overview/basic-lvm-volume.png dengan gambar seperti berikut ini:

Pada gambar tersebut Physical Volume (PV) misal hda1 dan hda2 membuat sebuah volume group baru yang besarnya adalah total kapasitas  hda1 dan hda2. Volume Group (VG) baru ini kemudian dibuat logical volume misalnya /home , /root /var dan lain sebagainya

Penggabungan hardisk-hardisk untuk dimanage LVM dapat dilihat pada gambar http://www.centos.org/docs/5/html/5.2/Cluster_Logical_Volume_Manager/images/components/uneven_pvs.png :

dan http://www.centos.org/docs/5/html/5.2/Cluster_Logical_Volume_Manager/images/components/uneven_vols.png :

Beberapa hardisk yang tersebar dalam beberapa komputer juga dapat dimanage oleh LVM seperti pada gambar http://www.centos.org/docs/5/html/5.2/Cluster_Logical_Volume_Manager/images/overview/clvmoverview.png .

Informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi http://www.centos.org/docs/5/html/5.2/Cluster_Logical_Volume_Manager/ .

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.