Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai klasifikasi aset dan hutang pada neraca. Aset pada neraca dibedakan menjadi current asset dan non current asset. Begitu juga dengan hutang dibedakan menjadi current liability dan non current liability. Current liability adalah hutang jangka pendek yang harus dilunasi pada periode akuntansi tersebut. Sedangkan current asset adalah aset yang mudah dicairkan dalam periode akuntansi tersebut.

Perusahaan yang sehat harus memiliki lebih banyak current asset dibandingkan dengan current liability sehingga perusahaan memiliki kemampuan dalam membayar hutang-hutang yang harus harus dibayarnya. Perbandingan antara current asset dengan current liability inilah yang disebut current ratio atau dalam bahasa Indonesianya disebut dengan rasio lancar

Jadi,

Current ratio = current asset / current liability.

Current ratio yang baik harus lebih dari satu sebagai tanda perusahaan cukup sehat berkaitan dengan kemampuan perusahaan membayar hutang-hutang jangka pendek. Tetapi nilai yang terlalu tinggi juga tidak baik karena perusahaan berarti kurang dapat memanfaatkan aset-asetnya. Untuk mendapatkan kisaran nilai current ratio yang tepat memang harus menganalisa pada perusahaan dengan jenis usaha yang sama

Contoh perhitungan current ratio adalah seperti gambar di bawah ini:

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.

Current Ratio atau Rasio Lancar
Tagged on:

Odoo ERP merupakan aplikasi lengkap untuk otomatisasi proses bisnis perusahaan anda.
Jika anda tertarik dengan Odoo ERP silahkan mengisi form di bawah ini

× Ada yang dapat saya bantu ? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday