Kita memiliki banyak pilihan platform dalam menjalankan virtualisasi. Meskipun demikian tentunya kita tidak ingin tergantung kepada salah satu platform virtualisasi. Dengan demikian kita memerlukan standar supaya suatu virtual machine dapat dijalankan pada berbagai platform virtualisasi. Hal inilah maksud dan tujuan dari OVF yang merupakan kependekan dari Open Virtualization Format.

Dari Wikipedia kita memahami bahwa OVF atau Open Virtualization Format adalah standar terbuka dalam membungkus dan menyebarkan aplikasi virtual. Secara praktis OVF merupakan standar supaya virtual machine yang sudah dibuat dapat dijalankan pada berbabagi platform virtualisasi.

Dengan menggunakan OVF maka  VM atau virtual machine yang kita buat dapat dijalankan di VirtualBox, RedHat, VMware, XenServer, Proxmox VE dan lain sebagainya.

Pada saat artikel ini ditulis OVF 1.1.0 telah digunakan sebagai standar ANSI. OVF 1.1 ini juga telah dipakai sebagai International Standard oleh JTC dari International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commision (IEC).
Sedangkan OVF 2.0 memberikan pengembangan lebih lanjut dalam membungkus virtual machine dan lebih utama lagi kepada pengembangan konfigurasi network dan kemampuan melakukan enkripsi paket untuk mengamankan penyebaran aplikasi.

Sedangkan OVA merupakan kependekan dari Open Virtual Appliance. Secara sederhana OVA ini membungkus OVF. Dalam standarisasi OVF ini menghasilkan beberapa file dalam folder. Folder ini dilakukan TAR dan menghasilkan file dengan ekstension OVA.

Informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi
1. https://www.dmtf.org/standards/ovf .
2. https://en.wikipedia.org/wiki/Open_Virtualization_Format
3. https://fileinfo.com/extension/ova
4. https://spin.atomicobject.com/2013/06/03/ovf-virtual-machine/
5. https://www.virtualbox.org/manual/ch01.html#ovf
6. https://searchcloudapplications.techtarget.com/definition/open-virtualization-format-OVF

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.

« | »